Senin, 30 Agustus 2010

Santunan Yatim Bulan Ramadhan DPRa Durentiga

Santunan untuk anak yatim berupa bingkisan sembako dan uang masing - masing senilai Rp. 50.000,-.
Tempat pelaksanaan di rumah Ibu Siti Mahrusah, Durentiga.







Rabu, 25 Agustus 2010

"Ta'jil on the Road" Persembahan DPRa PKS Durentiga

Sebuah harian terkemuka negeri ini telah meneliti kegiatan buka bersama yang dilakukan masyarakat pada ramadhan tahun 1431 H ini, mereka mengajukan beberapa pertanyaan kepada para respondennya. Pertanyaan pertama adalah tentang anda berbuka dengan siapa saja selain dengan keluarga?, hasilnya adalah 14,5 persen responden menjawab mereka berbuka bersama dengan tetangga, sebanyak 12,5 persen responden melakukan buka puasa bersama dengan teman kantor, kemudian sebanyak 10,7 persen mereka berbuka puasa dengan relasi kerja. Pertanyaan kedua adalah dimana tempat untuk berbuka puasa selain di rumah?, hasilnya adalah 24,4 persen masyarakat berbuka bersama di rumah makan, sebanyak 15,3 persen berbuka di warung kaki lima, 12, 1 persen di foodcourt mall, 5,2 persen di masjid, kemudian 4,8 persen adalah di rumah teman.

Namun aksi yang dilakukan oleh PKS DPRa Durentiga dan DPRa lain di kecamatan Pancoran agak lain dengan yang disebutkan di atas. Para kader PKS di DPRa Durentiga beberapa hari yang lalu menggelar aksi "Ta'jil on the Road" (buka bersama di jalan) bersama para penumpang, pengendara roda empat maupun roda dua. Mereka membagikan bungkusan minuman dan makanan, rata - rata sebanyak 250 bungkus makanan-minuman pada setiap aksinya. Bungkusan makanan-minuman yang terdiri dari air mineral, kurma, dadar gulung, serta roti
goreng tersebut habis terbagi kepada para pengguna jalan selama 15 menit. para kader membagikannya kepada para penumpang metromini maupun kopaja, mobil pribadi, dan juga pengendara bermotor. Kegembiraan juga terlihat dari ekspresi wajah - wajah para pengendara dan penumpang yang menerima ta'jil gratis dari kader - kader PKS. Acara tersebut berlangsung dari pukul 17.50 sampai 18.05, lokasi pembagian untuk wilayah Durentiga difokuskan pada area lampu merah Total buah Durentiga. Kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung satu kali saja, insyaAllah akan berlanjut terus sampai mendekati akhir ramadhan.

Ta'jil on the Road memang telah menjadi salah satu program ansyitoh ramadhan DPC PKS Pancoran yang mana tersebar dalam 3 titik lokasi dan dikerjakan oleh para kader DPRa dimana titik lokasi tersebut berada. Titik tersebut ada di wilayah DPRa Durentiga yaitu lampu merah Total buah Durentiga, wilayah DPRa Pengadegan yaitu di pintu perlintasan stasiun kereta Kalibata, kemudian untuk DPRa Kalibata biasa dilakukan di lampu merah Taman Makam Pahlawan Kalibata.






Minggu, 01 Februari 2009

Relawan 8

Pak Ketua DPC PKS Pancoran, Akh Rizaludin yang juga termasuk kader warga DPRa Durentiga tidak ketinggalan ikut aksi apel Relawan 8 di lapangan Monas 25 Januari 2009 yang lalu.


Jumat, 04 Juli 2008

DPC Baru, Alhamdulillah

Banner besar dengan kombinasi warna putih, kuning dan hitam sudah terpampang di dinding depan DPC baru, apalagi photo – photo para pengurus DPC juga terpajang di sana. Tulisan bersih peduli dan profesional yang ada di banner tersebut menambah lengkap makna yang ingin disampaikan ke tengah – tengah masyarakat.
Spanduk ucapan selamat datang untuk para undangan ibu – ibu dari forum silahturahmi majelis taklim (forsitma) juga terpasang di jalan menuju sekretariat DPC baru. Selain itu bendera PKS juga menghiasi sepanjang jalan menuju sekretariat DPC yang baru.
Sabtu pagi (28/6) itu memang ada hajatan besar, PKS DPC Pancoran sedang mengadakan acara peresmian sekretariat DPC baru, sekretariat ini terletak di belakang kantor imigrasi Jakarta Selatan, tepatnya di jalan Mampang Prapatan XVII No.9 RT01 /02 Kelurahan Durentiga Kecamatan Pancoran.
Alunan dzikir, bacaan surat yasin dan gema tahlil mengawali acara peresmian DPC PKS Pancoran yang baru. Disusul oleh sambutan dari ketua DPD PKS Jaksel, Ustadz Khoirudin. Dalam sambutanya, beliau menekankan bahwa, “Sekre DPC dapat digunakan oleh masyarakat, insyaAlloh untuk kebaikan pintu DPC selalu terbuka untuk masyarakat”. Di depan para ulama, tokoh masyarakat, serta tokoh majelis taklim, beliau juga meminta bimbingan dan nasehat untuk para pengurus DPC PKS Pancoran yang terlihat masih “muda – muda”. Beliau juga mempersilahkan para warga sekitar untuk bertanya langsung ke sekretariat DPC jika aka pertanyaan atau isu seputar PKS. Isu yang sering dilontarkan atas PKS adalah seperti anti tahlil dan anti maulid, beliau menegasakan bahwa isu tersebut adalah tidak benar. Kemudian untuk soal ahmadiyah, sikap PKS juga sudah final dan sudah jelas yaitu ”menolak ahmadiyah”, PKS menjadi bagian dari mayoritas kaum muslimin yang menyakini bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Ustadz Khoirudin sekali lagi menegaskan bahwa, “PKS tidak anti maulid dan anti tahlil”, bahkan beliau sendiri menyatakan, “saya adalah orang Betawi- Cilandak asli dan saya juga sering ikut tahlil dan maulid”.
Sementara itu ketua DPC PKS Pancoran, Ustadz Rizaludin lebih pada memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan beberapa pengurus DPC dan DPRa yang hadir saat itu kepada masyarakat.
Sambutan dari tokoh masyarakat yang diisi oleh ketua RT02/01, Bpk H. Masduki yang intinya menyambut baik kehadiran sekretariat DPC PKS di wilayahnya.
Terakhir adalah sambutan dari ketua Forsitma dan sekaligus pembagian santuan untuk 20 anak yatim berupa uang , paket sekolah dan seragam.
Taujih pengajian forsitma yang diisi oleh Ustadz DR. Amir Faisol membahas 6 alasan kenapa Islam itu rahmatallil ‘alamin, beberapa ibu – ibu sibuk mendengarkan dan mencatat materi pangajian dengan seksama. Ketika diuji oleh DR. Amir Faisol di akhir ceramah, ternyata peserta mampu menyebutkan 6 alasan tersebut dalam bahasa arab dengan cukup fasih.
Selesai acara dilakukan pemotongan nasi tumpeng yang secara simbolis dilakukan oleh ketua DPC PKS Pancoran Ust. Rizaludin. Selesai acara para akhwat DPC pun masih membagikan bingkisan – bingkisan ke tetangga – tetangga di sekitar DPC. Doakan kami selalu agar terus istiqomah dalam memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat seperti pohon yang besar dengan buah yang banyak.. (andrian – cs)